PEMALANG - Gunung Slamet yang berada di perbatasan lima kabupaten di Jateng Kamis 23 April lalu sekira pukul 18.09 WIB mengeluarkan lava pijar disertai sinar api, serta letupan asap kehitaman setinggi antara 200m-600m.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sukedi mengatakan, lontaran lava pijar disertai sinar api dan letupan asap kehitam-hitaman itu berlangsung terus menerus dari pukul 18.09 WIB hingga Jumat (24/4/2009) dini hari.
Getaran gempa tremor vulkanik dari aktivitas gunung tersebut bertekanan sedang dan kuat dengan ampiluto antara 4-6mm dan berlangsung terus menerus. Tekanan dari magma itu disertai sinar api dan lontaran lava pijar.
Secara visual, kata dia, pukul 18.00WIB-24.00 WIB cuaca cerah dari puncak Gunung Slamet terlihat letupan asap berwarna merah sebanyak 13 kali disertai letusan asap putih kecoklatan dan hitam.
Sedangkan pada pengamatan visual pukul 00.00 WIB-06.00 WIB berlangsung 39 kali letupan asap, disertai lontaran lava pijar dengan ketinggian antara 100m-400m.
"Berdasarkan data visual itu, maka status Gunung Slamet terhitung sejak 23 April pukul 18.09 WIB, sudah ditetapkan dari waspada menjadi siaga,"kata Sukedi.
Sebelum peningkatan status, kata Sukedi, pada 23 April pukul 14.57WIB-18.09 WIB telah terjadi 13 kali letupan asap dan abu. Letupan ini menyebabkan hujan abu tipis yang cenderung mengarah ke tenggara, yakni Kabupaten Banyumas dan sebagian wilayah Brebes selatan.
"letupan abu dan asap itu disertai gempa tremor vulkanik terus menerus sampai 79 kali," katanya. (Kastolani/Koran SI/kem)
Sabtu, 02 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar